Gelar Kriyasi 2026, Kemenekraf dan Pemko Lhokseumawe Genjot Produk Anyaman Lokal Naik Kelas

LHOKSEUMAWE – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) melalui Direktorat Kriya meluncurkan Program Ekraf Peduli di Kota Lhokseumawe. Berkolaborasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Lhokseumawe, program ini diwujudkan melalui kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Senin (31/8/2026).

Acara yang berlangsung di Hotel Diana Kota Lhokseumawe ini dibuka langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. Turut mendampingi Wali Kota, Plt. Kepala Disporapar Lhokseumawe Romi, S.Kom, serta Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fittriya Yunita, SE. Hadir pula sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Kegiatan Kriyasi ini bertujuan mendongkrak kapasitas dan daya saing para perajin lokal melalui penguatan kualitas produk, inovasi desain, pemberian nilai tambah, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas demi kemajuan ekonomi kreatif daerah.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi besar atas kepedulian pemerintah pusat terhadap ekosistem kreatif di daerahnya.

"Kota Lhokseumawe memiliki potensi kerajinan sulam dan anyam yang sangat kaya, namun tantangan kita ada pada inovasi desain dan jangkauan pasar. Melalui kegiatan Kriyasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif ini, saya berharap para pelaku usaha lokal tidak hanya fokus memproduksi, tetapi juga mampu menaikkan kelas produknya agar memiliki nilai jual tinggi dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional," ujar Dr. Sayuti Abubakar.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Disporapar Lhokseumawe, Romi, S.Kom, menegaskan komitmennya untuk memastikan hasil dari pelatihan ini dapat berdampak panjang bagi perekonomian masyarakat.

"Kami dari dinas teknis siap mengawal keberlanjutan dari Program Ekraf Peduli ini. Pelatihan di Hotel Diana ini menjadi momentum penting bagi para perajin untuk menyerap ilmu dari para mentor Direktorat Kriya, sehingga ke depan kerajinan sulam dan anyam khas Lhokseumawe memiliki standardisasi kualitas yang lebih konsisten dan siap bersaing," tegas Romi.

Melalui sinergi Program Ekraf Peduli ini, para peserta diharapkan dapat melakukan lompatan kreatif dalam menciptakan produk kriya tradisional yang tetap relevan dengan selera pasar modern tanpa kehilangan identitas budaya lokal.

 

 

Penanggungjawab : Romi, S.Kom (Plt. Kadisporapar Kota Lhokseumawe)

Sekretaris Disporapar Kota Lhokseumawe 

Redaktur : M. Rocky Fajar