LHOKSEUMAWE – Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia resmi membuka gelaran Akselerasi Produk Kriya (KRIYASI) Sulam dan Anyam Visitasi II Tahun 2026 yang bertempat di Hotel Rajawali Lhokseumawe, Selasa (22/9/2026).
Acara pelatihan dan pendampingan intensif yang berlangsung hingga 24 September 2026 ini dirancang khusus untuk mendongkrak kualitas serta daya saing pengrajin lokal agar mampu menembus pasar global.
Pembukaan acara dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si, dan dihadiri langsung oleh Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif, Neli Yana. Turut mendampingi dalam kegiatan ini Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Romi, S.Kom, serta Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fittriya Yunita, SE.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, menyampaikan apresiasi yang besar terhadap inisiatif pusat ini.
"Pemerintah Kota Lhokseumawe sangat mengapresiasi langkah nyata Kementerian Ekonomi Kreatif. Produk sulam dan anyam kita memiliki akar budaya yang kuat, namun para perajin butuh sentuhan inovasi modern agar bisa bersaing di luar daerah. Lewat Visitasi II ini, kami berharap lahir produk kriya yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kriya Kemenekraf, Neli Yana, menegaskan bahwa fokus utama dari program lanjutan ini adalah peningkatan standar produk daerah agar sesuai dengan kebutuhan industri.
"Visitasi II ini berfokus pada standardisasi, peningkatan mutu, dan adaptasi desain yang sesuai dengan tren pasar hari ini. Lhokseumawe memiliki potensi kriya yang luar biasa. Tugas kami di Kementerian adalah memberikan kurasi, pendampingan teknis, dan membuka akses pasar yang lebih luas agar karya-karya hebat dari perajin sulam dan anyam di sini bisa naik kelas ke tingkat nasional bahkan internasional," kata Neli Yana.
Sementara itu, pihak promotor daerah memastikan dampak dari kegiatan ini akan terus dikawal secara berkelanjutan. Plt. Kepala Disporapar Kota Lhokseumawe, Romi, S.Kom, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menyusun program hilirisasi pasca-pelatihan.
"Kami siap mengawal keberlanjutan program ini. Melalui Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Disporapar akan memastikan bahwa pelatihan selama tiga hari ini tidak berhenti di sini saja. Kami akan terus memfasilitasi ruang pameran, digitalisasi pemasaran, serta membangun ekosistem kreatif yang solid bagi para pelaku usaha kriya lokal," tutur Romi.
Hadirnya para Kepala OPD terkait dalam pembukaan ini mempertegas komitmen penuh lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk mendukung integrasi sektor kerajinan tangan dengan sektor pariwisata daerah demi mendongkrak ekonomi lokal.
Penanggungjawab : Romi, S.Kom (Plt. Kadisporapar Kota Lhokseumawe)
Sekretaris Disporapar Kota Lhokseumawe
Redaktur : M. Rocky Fajar
