JAKARTA — Produk kerajinan tangan asal Kota Lhokseumawe berhasil menembus pasar nasional. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menghadirkan pelaku usaha kriya binaan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Lhokseumawe untuk berpartisipasi langsung dalam perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) melalui ajang ASIKFEST 2026 ke-2. Pameran bergengsi ini berlangsung pada 20–25 Oktober 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta.
Kehadiran para perajin lokal di ibu kota merupakan tindak lanjut nyata dari kegiatan Akselerasi Produk Kriya (KRIYASI) Anyam dan Sulam. Program ini sebelumnya diinisiasi sebagai bagian dari program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekons) pascabencana di Kota Lhokseumawe guna memulihkan dan mendongkrak ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Dari hasil kurasi ketat pasca-pelatihan, pelaku usaha yang terpilih dan diterbangkan ke Jakarta adalah Ibu Suryani dan Ibu Siti. Keduanya merupakan representasi dari kelompok anyaman pandan "Jambo Seuke" yang beralamat di Gampong Jambo Masjid, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Selama enam hari pameran, booth anyaman pandan Jambo Seuke sukses menarik perhatian pengunjung mal di kawasan Jakarta. Produk-produk bermaterial alami pandan yang dikembangkan lewat sentuhan inovasi desain terbaru dari program KRIYASI ini dinilai memiliki daya saing tinggi dan bernilai jual global.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap keikutsertaan Ibu Suryani dan Ibu Siti dalam ASIKFEST 2026 ke-2 tidak hanya memperluas jangkauan pasar produk kriya Aceh, tetapi juga memotivasi puluhan perajin lokal lainnya di Lhokseumawe untuk terus berinovasi dan naik kelas.
Penanggungjawab : Romi, S.Kom (Plt. Kadisporapar Kota Lhokseumawe)
Sekretaris Disporapar Kota Lhokseumawe
PIC/Admin : M. Rocky Fajar
